Bunda, kabar tentang Usha Vance yang terbang jarak jauh saat usia kehamilannya 8 bulan mungkin membuat kita bertanya-tanya. Apakah tindakan itu aman? Sebagai ibu hamil, bepergian dengan pesawat memang sering menimbulkan kekhawatiran, apalagi saat perut sudah semakin besar. Tapi tenang, yuk kita simak penjelasan medisnya.

Panduan Medis: Terbang Aman Selama Kehamilan

Menurut CDC dan The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), perjalanan udara umumnya aman bagi ibu hamil yang tidak memiliki komplikasi. Namun, konsultasi dengan dokter sebelum bepergian sangat dianjurkan, terutama di trimester ketiga. Setiap maskapai juga punya kebijakan sendiri, biasanya mengizinkan terbang hingga usia kehamilan 36 minggu, dengan syarat surat keterangan dokter setelah 28 minggu untuk penerbangan internasional.

Mengapa Usia 8 Bulan Dianggap Berisiko?

Di usia kehamilan 8 bulan, risiko persalinan prematur lebih tinggi dibandingkan awal kehamilan. Selain itu, duduk lama di pesawat bisa meningkatkan risiko pembengkakan, kelelahan, dan deep vein thrombosis (DVT). Meski risikonya kecil untuk kehamilan sehat, tetap perlu kewaspadaan. Ahli menyarankan untuk bergerak teratur, minum cukup air, dan menggunakan stoking kompresi.

Tips Aman Terbang Saat Hamil Tua

  • Konsultasi dengan dokter dan minta surat keterangan medis.
  • Pilih kursi lorong agar mudah ke toilet dan bergerak.
  • Kenakan pakaian longgar dan stoking kompresi.
  • Bangun dan berjalan setiap 30-45 menit.
  • Hindari makanan yang menyebabkan gas (kacang, brokoli, kubis).
  • Kencangkan sabuk pengaman di bawah perut.
  • Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi.

Jadi, Bunda, terbang saat hamil 8 bulan bukan hal yang dilarang, asalkan kondisi kehamilan sehat dan sudah mendapat izin dokter. Selalu prioritaskan kenyamanan dan kesehatan ya.

Reporter: Salsabila Wahyudi